FREKUENSI RADIO GELOMBANG PENDEK (SW)

     Frekuensi dan band yang digunakan untuk siaran radio gelombang pendek (radio frekuensi SW ) sudah disepakati secara internasional oleh International Telecommunication Union (ITU). Tetapi tidak semua stasiun radio selalu menyiarkan program mereka dalam rentang band-band ini. Banyak juga yang memilih untuk bersiaran  di luar rentang band-band ini  karena lebih sedikit stasiun siaran bersaing dan akan meminimalisasi gangguan dalam penyiaran, tapi tetap dalam batas-batas yang sudah disepakati.. Perlu diketahui  bahwa frekuensi radio SW di bawah sekitar 12000 kHz bekerja terbaik ketika  malam hari dan frekuensi radio SW di atas sekitar 9000 kHz bekerja baik ketika siang hari.

Ada empat belas band terpisah yang dialokasikan untuk penyiaran radio  selama frekuensi gelombang pendek radio SW yaitu :

  1. Band 120 meter, rentang frekuensi  2300-2495 kHz, hanya digunakan di daerah tropis.
  2. Band 90 meter, rentang frekuensi  3200-3400 kHz, hanya digunakan di daerah tropis.
  3. Band 75 meter, rentang frekuensi  3900-4000 kHz. digunakan di Eropa, Asia, Afrika dan Timur Tengah.
  4. Band 60 meter, rentang frekuensi  4750-4995 kHz. hanya digunakan di daerah tropis.
  5. Band 48 meter, rentang frekuensi  5900-6200 kHz.
  6. Band 41 meter, rentang frekuensi 7200-7450 kHz,
  7. Band 31 meter, rentang frekuensi 9400-9900 kHz.
  8. Band 25 meter, rentang frekuensi 11.600-12.100 kHz
  9. Band 22 meter, rentang frekuensi 13.570-13.870 kHz
  10. Band 19 meter, rentang frekuensi 15.100-15.800 kHz
  11. Band 16 meter, rentang frekuensi 17.480-17.900 kHz. Inilah pita frekuensi tertinggi yang umum digunakan dalam penggunaan sehari-hari.
  12. Band 15 meter, rentang frekuensi  18.900-19.020 kHz. Frekuensi ini hampi kosong hanya sesekali digunakan oleh WYFR Family Radio.
  13. Band 13 meter, rentang frekuensi 21.450-21.850 kHz
  14. Band 11 meter, rentang frekuensi 25.670-26.100 kHz. Sedikit aktivitas selain tes layanan digital lokal.

Ada banyak frekuensi gelombang pendek lain yang digunakan di luar band-band siaran khusus untuk segala macam tujuan termasuk kapal-ke-pantai komunikasi (maritim), kontrol lalu lintas udara (aeronautika), amatir radio, militer dan pertahanan, informasi cuaca dan bahkan radio bajak  laut.

Kemampuan merambat gelombang SW

Tidak seperti siaran radio frekuensi tinggi  FM dan radio gelombang menengah AM, penerimaan radio gelombang pendek SW bergantung pada pembiasan sinyal dari lapisan ratusan kilometer gas di atas permukaan bumi yang dikenal sebagai ionosfer. Lapisan-lapisan gas akan menjadi lebih aktif ketika matahari bersinar yang mengubah karakteristik lapisan ionosfer ini. Beberapa dari ionosfer menjadi lebih reflektif terhadap sinyal radio ketika disinari oleh  matahari sedangkan beberapa ada menyerap sinyal radio SW ini. Itulah sebabnya mengapa beberapa frekuensi gelombang pendek  ada yang baik untuk penerimaan sinyal radio pada malam hari dan yang lain baik untuk penerimaan sinyal radio pada siang hari. Interaksi yang rumit antara  sinyal radio gelombang pendek SW dengan  lapisan atmosfer bumi biasanya disebut propagasi.

Rentang frekuensi Malam Mendung dan berkabut Siang hari
dibawah 5 MHz baik baik jelek
5  – 9 MHz baik biasa biasa
9  –  12 MHz biasa biasa baik
diatas 12 MHz jelek jelek bervariasi

Secara umum, frekuensi radio bawah sekitar 12 MHz (atau 12000 kHz) yang dibiaskan dengan baik oleh lapisan gas yang muncul pada malam hari, sedangkan frekuensi di atas sekitar 9 MHz (atau 9000 kHz) yang dibiaskan oleh lapisan gas yang muncul pada siang hari. Frekuensi di bawah sekitar 5 MHz (atau 5000 kHz) sebagian besar diserap oleh lapisan siang hari. Diagram di atas menunjukkan frekuensi yang umumnya terbaik untuk penerimaan gelombang pendek pada waktu yang berbeda dalam sehari. Di atas 12 MHz, kondisi siang hari biasanya baik tetapi bisa sangat bervariasi.

Meskipun dimungkinkan dilakukan generalisasi bagaimana propagasi akan mempengaruhi penerimaan gelombang pendek , namun pada kenyataannya hasilnya bervariasi dari hari ke hari , bulan ke bulan dan dari tahun ke tahun . Gas-gas di ionosfer dipengaruhi oleh radiasi matahari. Seperti halnya bumi , matahari memiliki cuaca mulai dari badai, musim dingin dan musim panas  yang dikenal sebagai siklus Solar . Siklus datangnya  badai matahari yang sebagian besar tak bias diprediksi , tetapi siklus matahari bias diamati walau dibutuhkan waktu 11 tahun dari musim dingin ke musim dingin berikutnya. Cuaca pada matahari (berhubungan dengan efeknya terhadap propagasi radio) diukur dengan menghitung ‘ bintik matahari ‘ . Ini adalah area aktivitas matahari yang intens yang silih berganti  selama 11 tahun siklus matahari. Jika jumlah sunspot tinggi , frekuensi yang lebih tinggi akan terus bekerja dengan baik  di malam hari dan frekuensi yang lebih tinggi dari normal akan terus bekerja dengan baik pada siang hari. Jika jumlah sunspot rendah , propagasi umumnya lebih buruk dan lebih mengerucut  pada frekuensi yang lebih rendah . Dalam beberapa kasus efek badai matahari menyebabkan peningkatan penerimaan siaran radio gelombang pendek di bumi. Dalam kasus  lain badai matahari bisa menyebabkan hilang totalnya penerimaan radio gelombang pendek.

ditulis oleh Drs. Mahdia, Apt

dari berbagai sumber

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *